• Home
  • /
  • KONSTRUKSI
  • /
  • Penggunaan Vibrator Yang Keliru Justru Picu Kerusakan Beton

Penggunaan Vibrator Yang Keliru Justru Picu Kerusakan Beton

Selain bisa diakibatkan oleh aktivitas alam seperti guncangan gempa,kerusakan pada beton juga dapat dipicu oleh penggunaan vibrator yang keliru

Beton adalah unsur penting dalam proses konstruksi, teutama pada bangunan-bangunan dengan ukuran besar dan permanen. Pengertian beton sendiri (atau dalam istilah yang lebih umum disebut cor-coran) adalah komponen bahan bangunan yang terdiri dari campuran agregat (pasir, kerikil, batuan) dan unsur pengikatnya berupa semen.

Secara teori beton tidak mengeras lantaran hilangnya kandungan air didalamnya. Akan tetapi unsur semen-lah yang berhidrasi dengan air dalam kombinasi campuran bahan beton sehingga menghasilkan material seperti batu.

Meskipun merupakan material bangunan yang kokoh, beton juga dapat mengalami kerusakan. Bentuk kerusakan beton antara lain adalah retak, berlubang-lubang (seperti sarang lebah), mengelupas dan juga keretakan pada bagian-bagian rangka penyanga. Dan salah satu penyebab dari kerusakan beton adalah penggunaan vibrator beton yang salah.

Vibrasi, Bagian Penting Dalam Prose Betonisasi

Salah satu penyebab utama dari kerusakan beton adalah penggunaan vibrator beton yang keliru. Tanpa standard operating procedure yang benar, vibrator dalam proses pengecoran tidak hanya akan membuang tenaga yang sia-sia. Namun pada waktu mendatang, akan menyebabkan kerusakan pada struktur beton tersebut.

Pegertian vibrator beton dari sarana mutu sendiri adalah sebuah alat yang digunakan pada proses pengecoran yang tujuannya untuk memadatkan komponen-komponen agregat penyusun beton, serta menghilangkan udara yang terperangkap dalam cor-coran dengan cara dipadatkan. Karena sifatnya yang demikian krusial dalam pengecoran, maka proses vibrasi dalam betonisasi adalah sesuatu yang wajib dilakukan.

Proses vibrasi yang salah biasanya akan berakhir dengan keretakan pada beton. Penggunaan vibrator yang tidak merata menyebabkan masih ada gelembung udara yang terperangkap dalam komponen beton. Dan pada perkembangannya, gelembung udara ini akan memicu berbagai jenis kerusakan pada beton. Misalnya timbulnya keretakan dan juga munculnya struktur sarang lebah (berlubang-lubang) pada hasil betonisasi.

Selain pengoperasian vibrator beton yang keliru, hal lain yang dapat memicu kerusakan pada beton misalnya adalah kesalahan pemasangan rangka, dilatasi atau pengembangan pengecoran yang tidak optimal, kesalahan pada saat curing, dan juga faktor cuaca.

Untuk mendapatkan hasil beton yang maksimal maka memang dibutuhkan langkah-langkah yang tepat dan sesuai prosedur dalam proses pengecoran. Dan salah satu yang perlu sangat diperhatikan adalah proses vibrasi beton menggunakan mesin vibrator. Proses ini harus dilakukan dengan benar dan tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top