• Home
  • /
  • WISATA
  • /
  • Sejarah Pembangunan Tugu Lilin Surakarta Sebagai Monumen Kebangkitan Bangsa

Sejarah Pembangunan Tugu Lilin Surakarta Sebagai Monumen Kebangkitan Bangsa

Kalau kamu berkunjung ke Surakarta, dengan sewa bus pariwisata Jakarta, sebaiknya kamu tidak melewatkan untuk berkunjung ke Tugu Lilin Surakarta. Tugu tersebut merupakan salah satu situs bersejarah yang ada di Surakarta.

Lokasi Tugu Lilin Surakarta

Tepatnya, lokasi Tugu Lilin Surakarta terletak di Jalan Dr. Wahidin No. 33 Kelurahan Penumping, Kecamatan Laweyan, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah.

Tujuan Pembangunan

Tugu Lilin Surakarta dibangun dalam rangka memperingati 25 tahun Hari Kebangkitan Nasional. Kamu tentu tahu, kalau Hari Kebangkitan Nasional di Indonesia, ditandai dengan mulai bersatunya pada pemuda Indonesia saat mendirikan sebuah perkumpulan yang dinamakan Boedi Oetomo.

Perkumpulan Boedi Oetomo didirikan pada tanggal 20 Mei 1908 di sebuah gedung yang bernama STOVIA. Saat ini, STOVIA telah menjadi Museum Kebangkitan Nasional. Museum ini berada di Jakarta. Jadi, kalau kamu berwisata dengan menggunakan sewa bus pariwisata Jakarta, tidak ada salahnya kamu juga berkunjung ke situs bersejarah tersebut.

Sejarah Awal Pembangunan

Boedi Oetomo sebagai sebuah perkumpulan, sempat tergabung dalam sebuah Perkumpulan Politik bernama PPPKI. Pada tahun 1933, pada saat PPPKI mengadakan pertemuan di Surakarta. Saat itu muncul gagasan untuk mendirikan monumen dalam rangka memperingati pendirian Budi Oetomo yang ke-25.

Akhirnya, disepakati bahwa  monumen tersebut akan dibangun di Surakarta. Dibentuklah panitia sebanyak 7 orang untuk melaksanakannya yang dinamakan dengan Komite Tugu Kebangsaan. Peletakan batu pertama lalu dilakukan pada bulan Desember tahun 1933. Rencana tersebut sempat ditentang oleh pemerintah Hindia Belanda.

Namun demikian, akhirnya tugu tetap dibuat dan diselesaikan pada bulan November 1934. Saat itu tugu tersebut dinamakan sebagai Toegoe Peringatan Pergerakan Kebangsaan 1908–1933. Pemerintah Hindia Belanda kembali mengancam hendak menghancurkan tugu tersebut jika namanya tidak diganti. Akhirnya, tugu diganti namanya sesuai keinginan pemerintah yakni sebagai Toegoe Peringatan Kemadjoean Ra’jat 1908–1933

Asal Usul Nama Tugu Lilin

Saat ini nama resmi Tugu Lilin adalah Tugu Kebangkitan Nasional. Namun lebih dikenal dengan sebutan Tugu Lilin dikarenakan bentuknya yang mirip lilin. Kamu dan rombongan yang berada di Ibu Kota bisa menggunakan jasa sewa bus gracias agar bisa melihat sendiri keunikan tugu ini saat berkunjung ke Surakarta. Tentunya untuk menghayati salah satu perjuangan para pendahulu kita dalam mendirikan negara Indonesia tercinta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to Top